Semut Jadi Agresif Akibat Insektisida

Penggunaan obat pembasmi serangga alias insektisida jenis neonicotinoid ternyata mempengaruhi perilaku semut yang terpapar zat kimia tersebut. Hasil studi menemukan perilaku Semut Argentina (Linepithema humile) diketahui jadi lebih agresif setelah terpapar insektisida tersebut.
Saking agresifnya, perilaku semut Argentina bahkan membahayakan diri sendirinya.

Insektisida neonicotinoid adalah pembasmi serangga yang dikembangkan pada 1980-an dan struktur kimianya mirip dengan nikotin. Seperti nikotin, neonicotinoid mempengaruhi sel penerima (receptor) pada synapse dalam sistem saraf. Neonicotinoid beracun bagi invertebrata seperti semut namun tak begitu mempengaruhi mamalia, burung atau organisme kompleks lainnya.

Neonicotinoid populer karena sifatnya yang mudah larut dalam air. Efektif membasmi serangga pengganggu, neonicotinoid juga punya reputasi buruk membahayakan populasi lebah yang berperan penting bagi reproduksi tumbuhan karena merusak sistem kekebalan serangga itu.

Ahli ekologi Rafael Barbieri yang melakukan penelitian di laboratorium Philip Lester di Universitas Victoria, Wellington, menemukan pengaruh neonicotinoid pada agresivitas semut Argentina yang merupakan serangga invasif di Selandia Baru. Keberadaan semut Argentina ini sebelumnya sudah mengancam spesies semut lokal (Monomorium antarcticum). Dua semut ini sering ditemukan di pedesaan dan wilayah pertanian di mana neonicotinoid sering dipakai.

Dalam studi itu Barbieri memberikan neonicotinoid dengan dosis yang sangat rendah kepada kedua semut dan mengamati perilaku mereka. "Perubahan apapun berpotensi mempengaruhi struktur seluruh populasi," katanya. Namun Ia tidak mengamati efek insektisida itu terhadap kemampuan mencari makan atau bertahan hidup dari spesies tersebut. Neonicotinoid yang diberikan Barbieri ternyata membunuh separuh dari jumlah anak-anak semut Argentina.

Saat semut lokal terpapar zat yang beracun bagi sarat itu, mereka jadi tidak terlalu agresif menghadapi spesies pesaingnya. Hasil ini jelas meningkatkan peluang bertahan hidup semut Argentina dan membantunya menyebar. Namun ketika semut Argentina terkena neonicotinoid, mereka justru berubah jadi lebih agresif. Bahkan saking agresifnya, semut Argentina justru membahayakan diri mereka sendiri saat melakukan serangan dan lebih terlihat seprti aksi bunuh diri.

Perilaku semut Argentina yang terlalu agresif itu justru mempermudah semut lokal mengalahkan mereka. Meski diberikan dengan dosis sangat rendah, insektisida itu jelas mempengaruhi perilaku para semut. Namun masih belum diketahui pasti bagaimana neonicotinoid bisa memperparah invasi semut Argentina.

"Ini jadi tambahan dalam pembahasan penggunaan insektisida yang berlebihan. Kita harus mencari tahu di mana dan bagaimana cara penggunaannya yang lebih aman," kata Scott Black, direktur eksekutif Xerces Society for Invertebrate Conservation di Portland, Oregon.

Barbieri sepakat neonicotinoid dan juga insektisida lainnya sudah digunakan berlebihan. Namun dia menyarankan bahan kimia itu bisa digunakan untuk menghadapi invasi semut Argentina dan mengontrol penyebarannya. Neonicotinoid sukses mengurangi populasi anak-anak semut Argentina hingga separuhnya dan membuatnya tidak bisa bertahan saat berhadapan dengan semut lokal yang bebas dari insektisida.

"Tidak diragukan neonicotinoid luar biasa mengontrol serangga hama, namun kita tetap harus hati-hati menggunakannya di alam," kata Barbieri.

http://www.tempo.co/read/news/2013/10/24/061524189/Semut-Jadi-Agresif-Akibat-Insektisida

0 Response to "Semut Jadi Agresif Akibat Insektisida"

Post a Comment